Lotte Jjimjilbang (LOTTE SAUNA)
- Alamat: 52 Singwang-ro, Jeju-si, Jeju-do
- Jam Operasional: 24 jam
- Estimasi Biaya: 10.000 won per orang
- Transportasi: taxi (karena perginya subuh)
Pernahkah kalian mengalami kejadian konyol ketika jalan-jalan? Kalau gue sih sering banget dan kali ini, gue akan menceritakan sebuah pengalaman konyol yang akan gue ingat seumur hidup. Jadi mama gue bilang kalau kita bakal ke Jjimjilbang jam 5 subuh (jam Jeju) alias jam 3 di Indo (karena perbedaan waktu). Kenapa kita memilih subuh-subuh ke jjimjilbang? Hem… sebenarnya karena kita flashpacker dan cuma 4 hari di sini. Kalau misalnya di siang hari kita udah punya itinerary yang padat dan banyak lokasi yang tutupnya cepat sedangkan jjimjilbang itu biasanya buka 24 jam. Jadi, selama kita bisa explore, kenapa nggak?
Subuh pun tiba, setelah bersiap kami pun turun ke resepsionis untuk meminta dipesankan taxi. Dan ternyata waktu menunggu taxi datang, mama gue baru menyadari kalau sekarang itu bukan jam 5 subuh Korea tapi jam 3 subuh Korea alias jam 1 subuh di Indo dong! Haha. Pantes saja resepsionis hotel memasang raut bingung saat kita berdua bilang mau ke jjimjilbang.
Sebenarnya, di dalam itinerary mama gue itu kita mau ke Burim Land Jjimjilbang sayangnya menurut supir taxi tempat itu nggak buka 24 jam. Akhirnya dia mengantarkan kita ke Lotte Jjimjilbang (setelah muter-muter dulu, sepertinya supir taxinya juga bingung mana jjimjilbang yang masih buka). Reaksi pertama kita berdua begitu turun dari taxi adalah kebingungan. Bayangin aja jalanan tuh masih sepi dan gelap. Nggak ada apa-apa. Dan jjimjilbang ini bukan tempat yang langsung pintu masuk gitu. Jadi kita mesti masuk dan naik lift ke lantai 4 dan begitu keluar gue hanya menemukan lorong yang agak panjang. Langsung otomatis kebayang film horror. Tapi, kalau kalian ke sini, jangan takut udah jalan aja terus sampai ujung karena resepsionisnya di sana.
Begitu di resepsionis, kita harus membayar sejumlah uang dan jjimjilbang ini tuh mirip wahana bermain sepuasnya. Begitu masuk kalian boleh berapa lama pun di sana asal gak keluar. Nah, sama seperti di film kita itu dikasih baju buat ganti di dalam dan kunci loker barang. Kalau perempuan dapat yang warna pink, kalau laki-laki dapat yang warna biru. Begitu masuk pintu, gue pikir kita udah sampai ke ruangan yang ada di film-film gitu. Eh ternyata nggak. Kita malah masuk ke dalam ruangan penuh rak sepatu, jadi kita lepasin dulu sepatu dan masuk lagi ke ruangan lain. Nah begitu masuk di ruangan lain (yang khusus perempuan) mata gue langsung melihat pemandangan yang sering ditemui kalau nonton series barat. Banyak banget cewek yang telanjang bener-bener gak pakai apapun dan mereka jalan dengan santainya. Gue udah sampai setengah merem karena merasa tidak enak melihat kondisi mereka yang telanjang bulat.

Kalau menurut orang, sebenarnya kita wajib mandi dulu begitu masuk jjimjilbang. Cuma berhubung ini subuh jadi gue nggak mungkin mandi, ditambah lagi sepertinya begitu keluar mandi kita bakal telanjang bulat. Hem, jadi kita skip aja bagian itu dan langsung ganti baju. Nah di sini ada loker barang dengan nomer yang tertera di kunci tadi kita terima. Kalau menurut orang, sebenarnya kalian nggak boleh bawa handphone sekalipun tapi berhubung gue bebal dan demi dokumentasi jadinya gue bawa.
Nah di ruangan ini juga ada semacam kantin yang menjual dari sikhye sampai sikat gigi dan baju sekalipun. Kalian bisa memesan apapun di sini. Berhubung biasanya di drama Korea orang-orang minum Sikhye dan makan telor rebus jadinya gue juga ikutan memesan hal yang sama. Percayalah sama gue, Sikhye itu enaknya kebangetan dan nggak manis sama sekali. Sekali seruput malah bikin ketagihan karena rasa manisnya pas dan menyegarkan. Selain itu, ada juga pintu lagi yang diluarnya ada kamar mandi dan kolam renang semacam jacuzzi. Wadu mantap sekali ya fasilitasnya. Jadi pengin nyebur ke dalam (tapi di sana juga nyebur dalam keadaan telanjang).
Nah di ujung ruangan ada petunjuk buat naik ke atas. Nah begitu sampai di atas, kondisinya benar-benar sepi hanya terdengar suara orang mengorok. Banyak banget cowok dan cewek yang tidur dengan bebas di area tengah sedangkan di sekelilingnya terdapat sauna dengan berbagai suhu. Jadi kalian bisa nyobain satu-satu gitu ruangan saunanya. Nah di dalam ruangan sauna itu dindingnya terbuat dari batu dan kalian bakal menginjak kerikil-kerikil yang cukup panas menurut gue. Banyak juga orang yang di sini tidur hanya beralaskan bantalan kayu (iya, gak ada yang bawa bantal beneran ke sini loh). Bahkan gue juga melihat ada sepasang kekasih tidur pelukan di area sauna. Hem, sepertinya ini solusi tepat yang pengin ngebucin 24 jam penuh hahhaa. Kalau di siang hari ada tukang pijit gitu juga dan menurut gue di jjimjilbang sini banyak fasilitas relaksasi yang bisa dicoba.

Pengalaman masuk ke jjimjilbang merupakan salah satu pengalaman yang nggak boleh kalian lewati! Selain kalian bisa datang ke sini subuh, kalian juga bisa nikmatin ala-ala scene drama Korea. Meskipun kalau kalian datang subuh, kalian bakal mengalami apa yang gue alami: Foto-foto dengan backsound orang mengorok, terus ada yang bangun ngeliatin bingung kenapa gue pakai anduk yang digulung-gulung subuh gini, suara kita ngomong gak boleh kenceng apalagi nyeruput minumannya jangan sampai bunyi kan kasian orang lagi tidur kitanya ngeganggu.
Starbucks Jeju
- Alamat: Jeju-do, Jeju-si, Ildo 1(il)-dong, 1461-1
- Jam Operasional: 08.30-20.30
- Estimasi Biaya: 10.000 won per orang
- Transportasi: kalau dari hotel kita cuma jalan kaki, cukup masuk lewat Jungang Underground dan keluar di exit 5
Adakah di antara kalian yang merupakan penggemar Starbucks? Kali ini, gue akan mengajak kalian ke Starbucks Jeju yang beda dari yang lain. Tumblernya beda? Hem, itu betul juga sih. Cuma bedanya di Starbucks Jeju ada menu khusus yang hanya dijual di Jeju (bahkan di belahan Korea manapun tidak akan ada yang menjual ini), yaitu: Black Sesame Latte.
Bisa dibilang, latte ini merupakan latte terenak yang pernah gue minum. Rasa manisnya begitu pas dan ada chunky-chunky kecil rasa black sesame. Gue tidak punya kata-kata yang pas untuk menjelaskan kelezatan dari latte ini. Dibandingkan rasa kopi, menurut gue rasa black sesame sangat dominan di minuman ini. Atau memang minuman ini bukan kopi? Rasanya lebih creamy dan light daripada yang gue bayangkan dan jauhhh lebih enak daripada yang gue harapkan.
Percaya sama gue, kalian wajib wajib banget mendatangi Starbucks Jeju ini loh. Gue sendiri datang sampai dua kali dan meskipun gue bukan penggemar Starbucks, gue bisa bilang i’m a fan now! Tapi khusus yang di Jeju aja ya hahaha. Selain minum Black Sesame Latte, mama gue juga memesan Jeju Mugwort Cream Frappucino dan Jeju Black Sesame Cream Frappucino di hari kedua kita.
Kalau musim dingin seperti ini, menurut gue Latte lebih tepat ketimbang Frappucino. Tapi anehnya meskipun musim dingin 90% orang malah memesan Frappucino on the go. Jadi mereka bawa keluar untuk di minum di jalan. Gue gak bisa ngebayangin gimana dinginnya Frappucino beradu dengan angin yang menerpa mereka, soalnya gue sendiri yang minum di tempat udah menggigil kedinginan.
Lain halnya dengan Black Sesame, Mugwort Frappucino membawa sensasi yang berbeda. Masih dengan rasa yang light gue sempat menebak apa itu Mugwort yang sebenarnya. Ternyata Mugwort merupakan tanaman obat bernama Habitus yang tumbuh daerah iklim sedang seperti di Eropa, Asia, Afrika Utara dan Alaska yang dimana sering tumbuh pada tanah yang mengandung banyak nitrogen seperti area berhama dan tidak terolah contohnya pinggir jalan. Eits, jangan salah meskipun dia tumbuh bebas dan tidak terawat, Mugwort itu rasanya nggak pahit sama sekali bahkan menurut gue dia memiliki wangi khusus seperti daun mint dan rasanya mirip dengan green tea. Kalau di Black Sesame Latte sebelumnya ada chunky di Mugwort gue malah menemukan jelly–jelly kecil seperti yupi yang enak parah. Satisfying banget buat dikunyah (ih, gue nulis ini jadi meneteskan air liur gara-gara kangen Starbucks Jeju) dan tidak semanis Yupi.
Ya ampun, pemerintahan Jeju mau ga sih sponsorin gue balik ke sana? hahaha gara-gara #dirumahaja gue mulai ngehalu.
P.S: Pas gue datang kedua kali, ternyata Starbucks lagi launching Starbucks x BTS yang cuma ada di Korea. Gue kan sama sekali gak tahu, dan gue cuma foto-foto buat kirim ke temen gue yang penggemar berat BTS. Dia baru bales chat gue pas gue udah jalan ke bandara dan dia bilang kalau gue beli dan jastipin, pasti untungnya bisa berkali lipat. Sumpah sedih banget gue melewatkan kesempatan emas beli merchandise x BTS ini dan makan kue warna ungu khas BTS. Sedih banget, nyeseknya sampai hari ini setiap liat foto-foto di Starbucks Jeju. Hiks.
Saewoori (제주시 새우리)
- Alamat: 1098-3 Samdoi-dong, Jeju-si, Jeju-do, Korea Selatan
- Jam Operasional: 09.00-20.30
- Estimasi Biaya: 6.500 won per sekotak gimbap
- Transportasi: kalau dari hotel kita cuma jalan kaki mengikuti naver maps (masuk gang lewat samping Jeju Mokgwana)
Gue menulis tentang Saewoori ketika Itaewon Class lagi tayang. Yang pertama langsung konek ke otak gue adalah nama restoran ini begitu mirip dengan nama Park Sae Ro Yi. Hahaha, dasar bucin Park Seo Joon. Itinerary resto ini tadinya mau ditaruh di hari pertama. Jadi rencananya, kita dari bandara naik taksi dan turun di Saewoori terus baru jalan ke hotel. Tapi berhubung dengan koper kita yang cukup berat, akhirnya kita menaruh itinerary ini di hari terakhir. Hitung-hitung sambil keliling sekitar dan merasakan vibes gang ala drama Korea yang biasa kita lihat cuma dari layar ponsel.
Kalau dari hotel, jaraknya ke Saewoori cukup dekat kok. Gue cuma berjalan santai sekitar 10 menit dan mengikuti petunjuk dari Naver maps. Harap diingat, resto ini cuma menyediakan pelayanan take away. Kalau misalkan kalian install Naver Maps, kalian bisa melihat terlebih dahulu berbagai menu yang mereka jual beserta harga dan fotonya. Perjalanan menyusuri gang cukup menghibur loh. Kalian bisa melihat jalanan bersih dengan cat nama jalan, rumah-rumah seperti dalam drama Korea dan i love it so much! Gue jadi pengin pindah ke Korea (ngehalu part 2)
Letak dari Saewoori ini tepat di seberang Jeju Stay Hotel (lokasi ini lebih mudah ditemukan di Naver Maps). Meskipun toko gimbap yang terkenal ini cukup kecil, ternyata banyak banget orang yang datang loh. Bahkan di toko mereka banyak tanda tangan yang gue tebak sepertinya orang penting/artis. Nah, gue membeli dua jenis menu dimana porsi makannya kecil. Jadi, kalian gak bisa minta upsize atau porsi besar karena mereka cuma menjual satu ukuran.

Yang pertama gue beli menu populer mereka yaitu: 딱새우김밥 atau Shrimp Gimbap (6500 won). Gimbap ini menggunakan beras berwarna kuning (seperti nasi kuning ya), dengan potongan udang berbentuk kotak, perilla leaf, dan acar kubis (aka kol) ungu. Gimbap ini dipotong kotak-kotak dan dalam satu porsi terdapat 9 potongan gimbap. Suapan pertama setelah gue mencobanya… astaga, gue nggak suka. Rasa Perilla Leaf begitu kuat dan menguar dalam mulut gue. Buat kalian yang nggak suka daun-daun berbau wangi gue sarankan jangan beli ini karena kalian jadi nggak bisa makan. Gue cuma mencoba 1 potongan dan setelah itu gue menyerah. Gak kuat sama bau Perilla Leaf yang gak enak menurut gue tapi kalau kalian suka saja dengan daun sejenis ini. Kalau menurut mama gue, rasanya cukup enak dan unik.
Menu kedua yang gue beli yaitu: 딱새우꼬막무침 atau Oyster Side Dish (5000 won). Karena gue nggak mengerti hangeul jadi gue mencoba untuk melakukan google translate dan hasilnya aneh banget. Makanya sebagai jalan pintas gue menyimpulkan kalau ini merupakan side dish kerang (tiram) karena pas gue makan pun ini enak banget. Seriusan guys, ini enaknya kebangetan. Satu porsi tuh kayak gak cukup buat kalian sendiri. Jadi di dalam side dish ini ada kerang kecil dengan bumbu pasta merah seperti untuk kimchi dan sesuatu yang kriuk-kriuk (tebakan gue sepertinya ini lobak). Gak ada bau amis sedikit pun dan citarasanya benar-benar baru. Wajib banget dicoba!
Nah ada juga beberapa orang yang beli menu lain seperti nasi+udang tapi gue nggak beli karena menurut gue itu terlalu biasa dan agak gak worth it. TAPI, menurut orang-orang rasanya enak, jadi kalian boleh juga jadiin opsi pembelian kalau mau ke sini. Untuk shrimp gimbap gue kasih nilai 6 (faktor perilla jadi gue subjektif banget) dan Oyster Side Dish di angka 9 karena ini enak banget dan kalau ke sana lagi (AMINN) gue mau lagi beli ini. Satu bungkus buat gue sendiri hahahaha maruk. Kalau mama gue sendiri menilai untuk shrimp gimbapnya di angka 7 dan Oyster Side Dish di angka 8,5-9. Jadi, kalian bisa bayangkan betapa enaknya side dish ini.
Kim Man Bok (제주 김만복)
- Alamat: Jeju-do, Jeju-si, 특별자치도, Ora-ro, 41 (main store), Bukseong-ro 65, Jeju-si, Jeju-do (cabangnya)
- Jam Operasional: 08.30-19.30
- Estimasi Biaya: 6.500 won per sekotak gimbap
- Transportasi: kalian tinggal jalan kaki mengikuti naver maps dengan nama “Jeju Gimmanbok Dongmun Market Place Branch”
Nah, kalau sebelumnya kita punya Shrimp Gimbap sekarang kita bakal nyobain 만복이네김밥 atau Abalone Gimbap. Sebelumnya gue udah pernah bilang kalau Jeju sendiri terkenal dengan abalonenya. Jadi kalian wajib banget nyobain abalone begitu sampai di sini karena semuanya itu fresh dan benar-benar ditangkap langsung oleh ahjumma Haenyeo. Nah, menurut orang, dua gimbap paling enak itu dari Kim Man Bok ini dan Saewoori yang udah dibahas sebelumnya.

Sebenarnya di Jeju ini ada cabang pusatnya yang lebih besar di mana tempat tersebut menyediakan tempat duduk, dekat dengan bandara dan pantai untuk foto-foto aesthetic. Nah kalau gue, kebetulan menemukan cabang mini pas lagi menyusuri dari gang ke gang sambil menuju salah satu cafe yang menarik dari naver maps. Nah sama seperti Saewoori sebelumnya, Kim Man Bok yang gue temui juga memberikan konsep on the go. Dan kali ini kita memesan Abalone Gimbap (6500 won).
Kesan pertama yang gue dapatkan ketika melihat gimbap ini adalah “Tunggu, mana abalonenya?” Gue sampai sekarang masih tidak paham kenapa gimbap ini merupakan Abalone Gimbap. Isiya lebih mirip dengan telur Jepang (tamagoyaki) dan rasanya cenderung manis. Dibandingkan dengan gimbap dari Saewoori, anehnya gue lebih suka gimbap ini dan gue cukup menyukainya. Gimbap ini sangat sederhana, bahkan nggak ada sayur apapun selain nasi + abalone yang rasanya seperti telur dan biji wijen putih yang bertebaran. Dari angka 1 sampai 10, kuberikan nilai 8 untuk gimbap ini. Kalau mama gue bilang dia gak suka gimbap ini karena rasanya manis.
Nah, dari kedua gimbap di atas, kalian bisa menilai mana yang lebih enak dan menurut gue semua itu kembali lagi ke selera kalian masing-masing. Ketimbang dua gimbap terkenal di atas, gue dan mama gue sepakat kalau gimbap GS 25 lebih enak #gimanasihfio.

Penutup
Akhirnya salah satu mimpi gue tercapai untuk mendatangi Korea. Meski gue baru mengexplore Jeju gue udah jatuh cinta sama negara ini. Semuanya bersih, rapi dan orang-orang yang gue temui ramah. Kalau misalkan kalian sudah bisa berbahasa Korea dan lancar untuk membaca atau bahkan berkomunikasi, menurut gue pengalaman kalian akan semakin top di sini. Apalagi, banyak petunjuk dan menu makanan yang menggunakan hangeul (dan tidak ada translate-an bahasa inggrisnya) selain itu juga banyak orang Korea juga yang tidak sepenuhnya menguasai bahasa Inggris.
Ada beberapa hal yang gue suka banget dari Jeju yaitu:
A. Wi-fi
Yang kalian baca itu betul banget loh. Buat fakir kuota, kalian nggak perlu khawatir mikirin gimana bisa berkomunikasi, stalker IG mantan, main tiktok atau streaming drama Korea soalnya dimana-mana kalian bakal mendapatkan akses wifi gratis. Mulai dari hotel, jalan raya, tempat wisata, kendaraan umum (seperti bus dan taksi), terminal, tempat makan pokoknya semua ada wifi dan wifinya kencang. Bahkan, gue sendiri tidak membutuhkan sim card buat datang ke sini dan masih bisa instagram dan chatting meskipun ujungnya sih jarang main handphone karena terlalu menikmati liburan ini. Tapi kalau kalian solo traveller, lebih baik beli sim card buat jaga-jaga takutnya kalian tidak mendapatkan wifi dan tersesat di jalan.
B. Air Putih
Ini mungkin dianggap sepele oleh kalian atau mungkin kalian bakal menertawakan gue. Tapi, menurut gue air putih di Jeju merupakan air putih paling enak yang pernah gue minum karena rasanya begitu menyegarkan (seperti minum dari mata air pegunungan langsung, tsaaahhh). Mau dimanapun juga kalian bakal dengan mudah menemukan air minum. Ketika kalian makan di restaurant, kalian bakal dikasih satu botol minum ukuran 1 liter dengan gelasnya secara cuma-cuma dan uniknya lagi, meski dalam musim dingin mereka tetap memberikan air dingin. Di hotel gue pun ada dispenser air sehingga gue tinggal mengisinya setiap hari sebelum keluar explore kota. Saran gue, kalau kalian ke Jeju bawalah botol minum. Meski tidak banyak tap water seperti di Singapura, di Jeju banyak menyediakan air minum jadi budget kalian untuk beli air putih bisa dialokasikan untuk membeli jus tangerine atau minuman khas Korea lainnya untuk dicoba.
C. Korean Vibes
Kalau kalian yang udah biasa nonton Korea pasti tanpa sadar terhipnotis dengan “vibes” orang sana yang kelihatannya enak. Contohnya aja Lee Min Ho lagi makan ramyun dengan kimchi, tanpa sadar kita jadi ngiler dan pengin ikutan makan. Apalagi kalau kalian nonton drama Korea nyaris setiap hari. Kalian sedikit banyak belajar bahasa Korea tanpa sadar seperti: Annyeonghaseyo (halo), Mianhae (maaf), Nugu se yo? (siapa kamu?), Baegopa (lapar), saranghaeyo (aku cinta kamu), dan lainnya. Kemudian kalian mulai craving mencoba makanan Korea mulai dari Korean BBQ, kimchi, jajangmyeon, ramyun, toppoki, sundae, gimbap sampai susu pisang dan soju atau Makgeolli. Lama-lama kalian bakal ada di tahap dimana pengin datang ke Korea, belajar sejarah sambil memakai hanbok, melihat jalanan dan gang Korea dimana pagar rumahnya pendek dan kecil bahkan pengin ketemu ahjumma yang masih cantik di usia 50an atau ketemu oppa buat tahu apakah semua cowok di Korea itu emang ganteng.
Dan begitu kalian datang ke Korea, perasaan bahagia itu nggak bisa dideskripsikan. Oppa-oppanya beneran ganteng, ahjummanya juga berkulit mulus tanpa kerutan dan semua makanan terasa begitu enak di lidah kalian. Sampai rasanya nggak puas makan meski perut udah sampai membulat dan keras karena kekenyangan. Dan percayalah, begitu kalian sampai ke Korea, kalian bisa langsung berdoa semoga suatu hari nanti dapat rezeki buat balik lagi ke sini. Makanya, gue sampai bilang bisa gak sih sekalian gue pindah ke sana? HAHAHA halunya ih Fio, tahan oi tahan.
Itinerary + Budget
Kalau itinerary gue yakin kalian bisa lihat di link-link di bawah ini:
https://fiovoyage.travel.blog/2020/02/08/jeju-day-1/
https://fiovoyage.travel.blog/2020/02/08/jeju-day-2/
https://fiovoyage.travel.blog/2020/03/13/jeju-day-3/
Buat budget di sini gue udah memisahkan per kategori, kalian bisa lihat sendiri ya:
1. Tiket Pesawat
Tentunya, kalau kalian mau mendapatkan tiket pesawat yang murah, kalian udah memesan tiket dari jauh hari, atau mungkin hunting promo terlebih dahulu. Kalian bisa lihat juga beberapa maskapai low cost seperti Air Asia.
Contoh ini dipakai kalau kalian mau pergi tahun 2021 di bulan Januari tanggal 15 (Jumat)

Hem, kita bisa ambil contoh seandainya kalian pergi di malam hari (pukul 21:15) dan pulang di tanggal 19 jam sore.

Nah, total biaya tiket pesawat pulang pergi itu: Rp 5.440.712.
2. Hotel
Tentunya, karena gue udah memakai hotel Staz, di sini gue mengambil contoh biaya hotel per malam di Staz. Kalau misalkan kalian mau cari yang lain seperti penginapan yang lebih murah atau kalian mau tidur di jjimjilbang, kalian bisa perhitungkan ulang ya. Alasan (mama) gue memilih Staz karena dia di tengah kota, jadi kita lebih mudah explore yang resto-resto dan pasar itu dengan jalan kaki ditambah lagi reviewnya bagus. Bahkan letaknya seberang Jeju Mokgwana (jadi mudah buat ngasih tahu ke sopir juga)

Karena satu malamnya sekitar Rp 681.000, jadi untuk 4 malam itu sekitar Rp 2.724.000
3. Biaya Transportasi dan Tiket Masuk
Di bawah ini gue mencantumkan biaya transportasi menggunakan supir sewa, taxi dan gue juga sempat mencoba naik bus. Kemudian, ada beberapa tempat wisata yang memberikan diskon setengah harga buat kalian yang di bawah 24 tahun (dicek paspor) karena itu menurut gue sangat lumayan menguntungkan.

Total dari biaya transportasi dan tiket adalah 466.750 won (dan 1 won = Rp 12.5 waktu itu) jadi dalam rupiah itu Rp 5.834.375 (ini buat gue sama mama gue, jadi dibagi 2 ya anggapannya) jadi Rp 2.917.188 per orang. Kenapa lebih mahal? karena gue menggunakan mobil tur pribadi yang bisa sampai 4 orang dan beberapa kali menggunakan taxi (karena masih gak tahu jalan) padahal kalau kalian naik bus kemana-mana cuma 1.200 won. Huhuhu sedih. Kalau misalkan kalian lebih banyak orang untuk mobil tur pribadi, jatuhnya akan lebih murah kok atau kalian kemana-mana naik bus. Tapi kembali lagi, gue cuma ke Jeju 4 hari dan itinerary gue itu banyak banget. Kalau menunggu bus yang datangnya bisa 20-30 menit sekali, kayaknya sangat nggak pas dengan trip gue.
4. Biaya Makan

Bisa dilihat sama kalian, kalau biaya gue jajan jauh lebih besar daripada makan berat. Tapi, percayalah di Korea itu banyak banget street food yang terlihat enak dan kalian pengin coba. Karena penjabaran biaya makan gue agak berantakan dan gue juga makannya banyak jadi gue mengambil anggapan aja untuk perhitungan biaya makan. Anggapannya 2x makan berat dan 1x jajan per hari. Untuk 1x makan berat butuh sekitar 30.000 per orang, sedangkan jajan bisa 6.000-10.000 won.
Nah kalau hitungan ini gue ambil perhitungan dari estimasi aja kali ya. Per hari kalian butuh sekitar 70.000 won untuk 2x makan dan 1x snack. Kalau 4 hari kalian butuh 280.000 won aka Rp 3.500.000
Gue nggak akan mencantumkan biaya oleh-oleh gue di sini karena setiap orang pasti berbeda. Kalau misalkan kalian on budget, dan makannya lebih di GS 25 atau C U, dan kalian naik bus kemana-mana, dijamin bakal lebih hemat. Jadi, estimasi kebutuhan budget untuk pergi ke Jeju versi gue:
- Pesawat: Rp 5.440.712
- Hotel: Rp 2.724.000
- Makan: Rp 3.500.000
- Transport + Tiket: Rp 2.917.188
Totalnya adalah Rp 14.581.900 aka Rp 15.000.000. Perhitungan ini masih kasar dan gak bisa dibilang jadi acuan juga karena kalian perlu perhitungan sendiri belum lagi ada biaya lainnya yang tidak terduga. Nah kalian bisa membandingkan restoran apa yang kalian incar buat makan, hotel untuk kalian tempati, tempat wisata apa yang mau kamu kunjungi dan street food apa yang mau kamu makan. Meski kalian tahan-tahan pun, biasanya kita bisa kehilangan kontrol begitu sampai di tempat. Jadi, menurut gue budget setiap orang itu berbeda.
Akhir kata, gue senang banget udah menuliskan perjalanan pertama gue di Jeju, akhirnya 4 part ini selesai juga setelah sudah lama sekali gue bermimpi bisa menuliskan cerita perjalanan gue. Gue juga sedih banget mengucapkan sampai jumpa dulu sama Jeju karena harus move on dengan realita dan perjalanan baru lainnya.
Dan ditambah juga, gue mengucapkan banyak terima kasih buat kalian yang sudah membaca cerita ini dari awal sampai akhir. Suatu kebahagiaan kalau ada yang membaca cuap-cuap dari gue hehe.
Tips dari gue buat kalian yang mau ke Korea adalah:
- Install Naver Maps (dan tandai dahulu tempat yang kalian mau tuju) karena ini benar-benar menolong kalian manajemen waktu dan mengurangi kemungkinan kalian tersesat
- Belajar baca hangeul atau obrolan dasar karena di resto-resto itu mayoritas nggak ada bahasa Inggrisnya (kalau gue belajar cara minta diskon dengan bilang: kakkak jusseyo, meminta tambahan side dish, nanya harga berapa duit, cara nanya WC ada dimana, can cara minta tolong orang buat fotoin)
- Bawa botol minum kosong hehehe biar irit dong
Nah, ini ada tips tambahan untuk kalian yang ke sana winter:
- Bawalah heatpack, termos, sarung tangan dan syal agar kalian nggak kedinginan
- Topi is a must! Kalau kepala kalian kedinginan bisa sakit kepala loh
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya, chingu!












































































